24/10/2025
Bagi Zainal, bekerja dengan kayu bukan sekadar mencari nafkah. Ia sedang menjaga warisan — warisan seni ukir Jepara yang sudah turun-temurun. “Setiap ukiran itu punya makna,” katanya sambil tersenyum. “Kalau kita buat dengan hati, orang bisa merasakannya.”
Tangannya mungkin kasar, kulitnya mulai menebal karena pahat dan gergaji. Tapi di balik itu ada ketulusan dan kebanggaan yang tak bisa diukur. Rasa lelah terbayar lunas setiap kali melihat hasil karyanya berdiri megah — entah di rumah pelanggan, di pameran, atau bahkan di luar negeri.
Zainal percaya, keindahan tidak lahir dari proses yang instan, tapi dari hati yang sabar dan tangan yang tulus.
Dan setiap mebel yang ia buat, adalah doa kecil agar tradisi Jepara tetap hidup di tengah dunia yang terus berubah. 🪵✨