03/05/2026
11 Tahun berkarya dengan brand OKVISA.
Berbagi pengalaman menjalankan bisnis dengan teman -teman UMKM Binaan Semen Gresik dari Gresik -Jawa Timur.
Sebelas tahun menjalankan bisnis dengan hati , tidak hanya fokus ke branding dan kualitas produk, itu baru setengah jalan.
“Menggait” konsumen lewat soft skill justru sering jadi pembeda utama, apalagi di pasar yang produknya mirip-mirip.
Beberapa soft skill yang benar-benar berdampak:
1. Komunikasi yang hangat dan jelas
Bukan sekadar fast response, tapi cara menyampaikan juga penting. Gunakan bahasa yang ramah, mudah dipahami, dan terasa “manusiawi”, bukan seperti robot jualan.
2. Empati ke konsumen
Coba pahami kebutuhan dan masalah mereka. Misalnya, kalau ada komplain, jangan langsung defensif—tunjukkan bahwa kamu mengerti posisi mereka dulu, baru kasih solusi.
3. Storytelling
Orang lebih mudah terhubung dengan cerita daripada sekadar fitur produk. Ceritakan:
Kenapa produk ini dibuat;
Siapa di balik brand;
Manfaat nyata untuk kehidupan mereka.
4. Konsistensi sikap brand
Soft skill juga berlaku ke “kepribadian brand”. Apakah brand kamu santai, profesional, atau fun? Harus konsisten di semua channel (chat, IG, Facebook, Tiktok, marketplace, dll).
5. Active listening (mendengar aktif)
Jangan cuma jualan—ajak interaksi. Misalnya:
Tanya kebutuhan mereka;
Polling di sosial media;
Respon feedback dengan serius.
6. Personal touch
Hal kecil seperti:
Menyebut nama pelanggan;
Ucapan terima kasih personal;
Follow-up setelah pembelian;
Ini sederhana tapi efeknya kuat banget untuk loyalitas.
Terimakasih .rembang💕