Traditional Batik CLEAN-ic

Traditional Batik CLEAN-ic Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Traditional Batik CLEAN-ic, Arts & Crafts Store, Jln. Kaliurang Km 12, 5 Ga Besi-Jangkang Km 2, 5, Sleman.

26/05/2014

Kami siap merawat batik kesayangan anda sesuai pakem perawatan batik tradisional jawa ... buktikan :D

Tak hanya indah bentuk motifnya dan rumit dalam proses pembuatannya. Namun batik juga memiliki makna filosofi yang unik ...
28/08/2013

Tak hanya indah bentuk motifnya dan rumit dalam proses pembuatannya. Namun batik juga memiliki makna filosofi yang unik dan menarik untuk diketahui. Motif batik tertentu dipercaya (sekedar info dari nenek moyang)memiliki kekuatan gaib dan hanya boleh dikenakan kalangan tertentu. Motif batik diciptakan tidak berdasarkan pertimbangan nilai estetis saja, tetapi juga berdasarkan harapan-harapan yang dituangkan dalam bentuk banyak simbol. Awalnya batik dikerjakan hanya terbatas dalam kraton dan hasilnya untuk pakaian raja dan keluarga serta para pengikutnya. Tapi karena banyak dari pengikut raja yang tinggal di luar kraton, sehingga kesenian membatik ini dibawa oleh mereka keluar kraton dan dikerjakan ditempatnya masing-masing.

Saat ini, batik telah dikenal banyak orang dan dijadikan produk busana yang dibuat secara massal melalui teknik batik tulis, cap, sablon maupun printing. Apakah batik saat ini dengan beragam motif, warna, serta pengamplikasiannya masih sarat dengan makna filosofi atau hanya sekedar pengembangan saja. Berikut ini kami sajikan beberapa motif batik klasik beserta makna filosofinya.

Motif Parang, motif berbentuk mata parang, melambangan kekuasaan dan kekuatan. Hanya boleh dikenakan oleh penguasa dan ksatria. Batik jenis ini harus dibuat dengan ketenangan dan kesabaran yang tinggi. Kesalahan dalam proses pembatikan dipercaya akan menghilangkan kekuatan gaib batik tersebut.

Motif parang sendiri mengalami perkembangan dan memunculkan motif-motif lain seperti Parang Rusak Barong, Parang Kusuma, Parang Pamo, Parang Klithik, dan Lereng Sobrah. Karena penciptanya pendiri Keraton Mataram, maka oleh kerajaan. Motif parang menjadi pedoman utama untuk menentukan derajat kebangsawanan seseorang. Motif-motif parang dulunya hanya diperkenankan dipakai oleh raja dan keturunannya dan tidak boleh dipakai oleh rakyat biasa. Sehingga jenis motif ini termasuk kelompok batik larangan. Namun saat ini motif ini bisa kita temui di pasaran dan bisa dikenakan oleh siapapun.

Bila dilihat secara mendalam, garis-garis lengkung pada motif parang sering diartikan sebagai ombak lautan yang menjadi pusat tenaga alam, dalam hal ini yang dimaksudkan adalah raja. Komposisi miring pada parang juga melambangkan kekuasaan, kewibawaan, kebesaran, dan gerak cepat sehingga pemakainya diharapkan dapat bergerak cepat.

Sejarah lain menyebutkan jika motif ini diciptakan oleh Panembahan Senopati, pendiri Keraton Mataram. Setelah memindahkan pusat kerajaan dari Demak ke Mataram, Senopati sering bertapa di sepanjang pesisir selatan Pulau Jawa yang dipenuhi oleh jajaran pegunungan seribu yang tampak seperti pereng (tebing) berbaris. Akhirnya, ia menamai tempat bertapanya dengan pereng yang kemudian berubah menjadi parang. Di salah satu tempat tersebut ada bagian yang terdiri dari tebing-tebing atau pereng yang rusak karena deburan ombak laut selatan sehingga lahirlah ilham untuk menciptakan motif batik yang kemudian diberi nama Motif Parang Rusak.

Motif Parang Rusak


Motif Parang Rusak Barong, diciptakan Sultan Agung Hanyakrakusuma yang ingin mengekspresikan pengalaman jiwanya sebagai raja dengan segala tugas kewajibannya, dan kesadaran sebagai seorang manusia yang kecil di hadapan Sang Maha Pencipta. Kata barong berarti sesuatu yang besar dan hal ini tercermin pada besarnya ukuran motif tersebut pada kain. Barong juga berasal dari kata batu karang dan barong (singa). Dulunya dikenakan para bangsawan untuk upacara ritual keagamaan dan meditasi karena motif ini dianggap sakral. Misalnya motif-motif parang barong yang pada awalnya hanya digunakan oleh para Raja. Mempunyai makna agar seorang raja selalu hati-hati dan dapat mengendalikan diri. Motif parang sesungguhnya menggambarkan senjata, kekuasaan. Selaras dengan makna yang ada dalam motif parang barong, maka ksatria yang menggunakan batik ini bisa berlipat kekuatannya.

26/08/2013

Berada di "Apip's Batik" jln Pandega Mlati Sleman Yogyakarta. Kami merekomendasikan untuk mengunjungi gallery tersebut. LUAR BIASA

Batik IndonesiaIndonesian Batik© 2008 by Batik Museum Institute, PekalonganThe techniques, symbolism and culture surroun...
17/08/2013

Batik Indonesia


Indonesian Batik
© 2008 by Batik Museum Institute, Pekalongan
The techniques, symbolism and culture surrounding hand-dyed cotton and silk garments known as Indonesian Batik permeate the lives of Indonesians from beginning to end: infants are carried in batik slings decorated with symbols designed to bring the child luck, and the dead are shrouded in funerary batik. Clothes with everyday designs are worn regularly in business and academic settings, while special varieties are incorporated into celebrations of marriage and pregnancy and into puppet theatre and other art forms. The garments even play the central role in certain rituals, such as the ceremonial casting of royal batik into a volcano. Batik is dyed by proud craftspeople who draw designs on fabric using dots and lines of hot wax, which resists vegetable and other dyes and therefore allows the artisan to colour selectively by soaking the cloth in one colour, removing the wax with boiling water and repeating if multiple colours are desired. The wide diversity of patterns reflects a variety of influences, ranging from Arabic calligraphy, European bouquets and Chinese phoenixes to Japanese cherry blossoms and Indian or Persian peacocks. Often handed down within families for generations, the craft of batik is intertwined with the cultural identity of the Indonesian people and, through the symbolic meanings of its colours and designs, expresses their creativity and spirituality.



Sourch : http://www.unesco.org

13/08/2013

Kenapa Kami Hadir?

kami pernah mendengar bahwa .. "ide analah awal kesuksesan " mungkin kata-kata itu yang tepat dalam menggambarkan perjalanan kami yang baru seumur jagung. namun ternyata benar berbekal ide unik untuk memberikan pelayanan pada pecinta batik dengan kemasan laundry banyak mengundang perhatian dari berbagai pihak.

terbukti dalam presentasi yang kami paparkan di hadapan reviewers mereka mengatakan " Kita Butuh Ide-Ide Gila Seperti Ini" semoga dengan suntikan motivasi tersebut kami lekas berlari untuk mengejar mimpi indah itu.

namun adakalanya ide kami di remehkan " wah kalo idemu kaya gitu pasti gak laku " . kami juga mengucapkan terimakasih kepada orang yang menaruh atensi terhadap kami . Semoga dapat menjadi pelecut semangat bagi kami agar lebih inovatif dan kreatif dalam mengelola usaha unik ini ..

Salam TBC :)

Batik berasal dari bahasa Jawa “amba” yang berarti menulis dan “titik”. kata batik merujuk pada kain dengan corak yang d...
01/05/2013

Batik berasal dari bahasa Jawa “amba” yang berarti menulis dan “titik”. kata batik merujuk pada kain dengan corak yang dihasilkan oleh bahan “malam” yang diaplikasikan ke atas kain untuk menahan masuknya bahan pewarna. Dari zaman kerajaan Mataram Hindu sampai masuknya agama demi agama ke Pulau Jawa, sejak datangnya para pedagang India, Cina, Arab, yang kemudian disusul oleh para pedagang dari Eropa, sejak berdirinya kerajaan Mataram Islam yang dalam perjalanananannya memunculkan Keraton Yogyakarta dan Surakarta, batik telah hadir dengan corak dan warna yang dapat menggambarkan zaman dan lingkungan yang melahirkan.

Batik secara historis berasal dari zaman nenek moyang yang dikenal sejak abad XVII yang ditulis dan dilukis pada daun lontar. Saat itu motif atau pola batik masih didominasi dengan bentuk binatang dan tanaman. Dalam sejarah perkembangannya batik mengalami perkembangan, yaitu dari corak-corak lukisan binatang dan tanaman lambat laun beralih pada motik abstrak yang menyerupai awan, relief candi, wayang beber dan sebagainya. Bahan kain putih yang dipergunakan waktu itu adalah hasil tenunan sendiri.

Sedang bahan-bahan pewarna yang dipakai terdiri dari tumbuh-tumbuhan asli Indonesia yang dibuat sendiri antara lain dari pohon mengkudu, tinggi, soga, nila dan bahan sodanya dibuat dari soda abu, serta garamnya dibuat dari tanah lumpur. Kerajinan Batik ini, di Indonesia telah dikenal sejak zaman Kerajaan Majapahit dan terus berkembang hingga kerajaan berikutnya. Adapun mulai meluasnya kesenian batik ini menjadi milik rakyat Indonesia dan khususnya suku Jawa ialah setelah akhir abad ke XVIII atau awal abad ke XIX.

Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad ke XX. Dan batik cap dikenal baru setelah usai perang dunia kesatu atau sekitar tahun 1920. Kesenian batik merupakan kesenian gambar di atas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluarga raja-raja Indonesia zaman dulu. Awalnya batik dikerjakan hanya terbatas dalam keraton saja dan hasilnya untuk pakaian raja dan keluarga serta para pengikutnya. Oleh karena banyak pengikut raja yang tinggal di luar keraton, maka kesenian batik ini dibawa oleh mereka keluar keraton dan dikerjakan di tempatnya masing-masing.(sumber : batikday)

30/04/2013

Perawatan Sutra Dan Katun Batik

Bookmark and Share

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merawat batik agar warna dan corak batik tetap terjaga, diantaranya adalah sebagai berikut :

Batik dengan bahan Sutra

Cara pencucian baju batik modern berbahan sutra jangan menggunakan mesin cuci, sebaiknya mencucinya dengan menggunakan tangan. Kalaupun ingin di Laundry sebaiknya menggunkan dry cleaning. Bila pencucian batik dengan menggunakan tangan sebaiknya jangan terlalu keras atau banyak dikucek. Penggunaan deterjen yang terlalu banyak akan merusak warna batik, jadi sebaiknya menggunakan deterjen khusus untuk bahan sutra atau untuk hasil lebih maksimal dapat meggunakan Lerak ( pencuci batik ). Pada saat menjemur batik sebaiknya hindari sorotan sinar matahari langsung. Jemur ditempat yang sejuk atau teduk.

Batik dengan bahan Katun

Cara pencucian batik berbahan katun cukup dicelupkan atau direndam saja, jangan terlalu banyak dikucek.Untuk hasil maksimal, waktu pencucian jangan terlalu banyak deterjen atau sebaiknya menggunakan sabun khusus batik ( Lerak ). Pada saat menjemur batik sebaiknya hindari sorotan sinar matahari langsung, Jemur ditempat yang sejuk atau teduh.

Gambaran Umum

Penyimpanan batik Lama atau Tua biasanya kain panjang ( jarik ) kuno cara pelipatan juga harus diperhatikan, jangan terlalu lama dilipat disimpan dalam lipatan yang sama. Jika disimpan dalam almari jangan terlalu lama, sebaiknya dalam jangka waktu tertentu ( 1 bulan sekali ) diangin-anginkan. Pencucian batik sebaiknya menggunakan sabun pencuci batik tradisional yaitu Lerak, bisa juga menggunakan Lerak yang masih dalam bentuk cair atau yang masih dalam bentuk buah bijian dan sebaiknya menggunakan air suam-suam kuku. Pada saat penjemuran batik sebaiknya diangin-anginkan saja ditempat yang sejuk dan teduk, dan jangan sampai terkena sinar matahari langsung.

Sumber - merakmanis.com

rumitnya memperlakukan batik, kami hadir untuk menawarkan jasa perawatan batik yang Pertama di Dunia :)

layanan jemput antar : 085261042042 (rizal)

085643099311 (Arif)

Sapindus rarak De Candole, dapat p**a S. mukorossi atau dikenal juga sebagai rerek atau lamuran adalah tumbuhan yang dik...
30/04/2013

Sapindus rarak De Candole, dapat p**a S. mukorossi atau dikenal juga sebagai rerek atau lamuran adalah tumbuhan yang dikenal karena kegunaan bijinya yang dipakai sebagai deterjen tradisional. Batik biasanya dianjurkan untuk dicuci dengan lerak karena dianggap sebagai bahan pencuci paling sesuai untuk menjaga kualitasnya (warna batik).

Address

Jln. Kaliurang Km 12, 5 Ga Besi-Jangkang Km 2, 5
Sleman
55581

Opening Hours

Monday 07:00 - 22:00
Tuesday 07:00 - 22:00
Wednesday 07:00 - 22:00
Thursday 07:00 - 22:00
Friday 07:00 - 22:00
Saturday 07:00 - 22:00
Sunday 07:00 - 22:00

Telephone

085261042042

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Traditional Batik CLEAN-ic posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share