Verdict Audio

Verdict Audio Verdict Audio membuat customized speaker yang akurat, berkualitas, dan melalui proses tuning untuk m

SPEAKER MONITORBanyak orang bertanya-tanya, apa itu speaker monitor? Sebenarnya konsep ini sangatlah sederhana, namun se...
16/05/2024

SPEAKER MONITOR

Banyak orang bertanya-tanya, apa itu speaker monitor? Sebenarnya konsep ini sangatlah sederhana, namun seringkali dipakai untuk strategi marketing yang menyesatkan, sehingga membuat gengsi dan nilai suatu speaker menjadi naik secara psikologis, atau karena pemahaman yang tidak tepat dari seseorang yang menjelaskan sehingga mengaburkan konsep awal dari istilah speaker monitor.

Secara umum konsep dari speaker monitor adalah speaker yang digunakan untuk memonitor sesuatu. Inilah fungsi dari speaker monitor. Misal, diatas panggung perlu ada speaker agar yang sedang melakukan performa (misal penyanyi, pembawa acara, dll) dapat merasakan suara yang sedang dihasilkan ke penonton seperti apa, ataupun mungkin ruang sound engineer yang memerlukan speaker monitor untuk memantau hasil yang dikeluarkan untuk penonton, ataupun yang paling sepele untuk kebutuhan yang tidak memerlukan akurasi suarapun juga bisa memakai speaker untuk memonitor sesuatu. Jadi intinya speaker monitor adalah speaker untuk memonitor sesuatu. Tentunya untuk kebutuhan profesional desain dan kualitasnya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Ada yang memerlukan akurasi suara (terjemahan teknis: respon frekuensi yang flat), ada yang memerlukan portabilitas, ada yang memerlukan flexibilitas, ada yang memerlukan kehandalan fisik, dan lain-lain.

Sayangnya seringkali istilah ini hanya digunakan untuk memainkan image dari suatu produk, secara tidak langsung ada kesan membodohi konsumen, asumsi umum yang terjadi, speaker monitor respon frekuensinya flat, tapi bahkan speaker murah yang jauh dari kata flat respon frekuensinyapun, sebenarnya bisa saja dijadikan speaker monitor kalau kita mau, tinggal tergantung kebutuhannya apakah sudah cukup dan sesuai.

Pengukuran awal tweeter beryllium waveguide tanpa baffle, untuk project reference speaker 3 way floorstand dengan modula...
26/01/2022

Pengukuran awal tweeter beryllium waveguide tanpa baffle, untuk project reference speaker 3 way floorstand dengan modular woofer.

Liarnya persepsi suara!Mendengarkan musik adalah salah satu hobby yang banyak digemari, terlebih lagi jika hobby ini ber...
04/01/2022

Liarnya persepsi suara!

Mendengarkan musik adalah salah satu hobby yang banyak digemari, terlebih lagi jika hobby ini berlanjut menjadi audiophile, istilah umumnya pecinta audio. Yang dicari adalah suara yang terbaik, terindah, terakurat dan berbagai ungkapan kesempurnaan lainnya. Namun seperti halnya sesuatu yang tidak kasat mata, audio menjadi hal yang sangat subjektif diantara penikmatnya. Kali ini kita akan mengesampingkan faktor objektif dan melihat faktor-faktor subjektifnya.

Dalam pembahasan subjektifpun kita akan tetap mengacu pada keilmuan, dimana penilaian, persepsi, tidaklah asal saja dijadikan kesimp**an tanpa melalui percobaan yang sahih. Sangat beruntung ada para ahli dan peneliti yang telah melakukan hal tersebut, karena untuk melakukan percobaan yang keakuratannya sesuai standar studi bukanlah hal yang mudah, diperlukan dana, waktu, usaha, pemahaman, dan personal-personal yang sesuai. Pembahasan bersumber dari presentasi Dr. Floyd Toole pada tahun 2015 (sumber: https://www.youtube.com/watch?v=zrpUDuUtxPM ).

Faktor utama yang mempengaruhi subjektifitas adalah kita melihat speaker yang sedang dibunyikan, sehingga syarat utama untuk mengurangi bias adalah dengan menghilangkan faktor ini, sehingga muncullah blind test. Kita akan bisa melihat bagaimana perbandingan antara uji dengan melihat (sighted) dan tidak melihat (blinded) speaker yang diuji. Dalam uji ini (lihat grafik) terlihat bahwa uji dengan melihat fisik speaker, yaitu speaker branded, yang memiliki kualitas box dan finishing yang lebih meyakinkan mendapat penilaian yang lebih tinggi dibanding speaker yang secara merek berharga lebih murah, ada bagian box yang memakai material plastik, tidak terlalu menarik finishingnya. Tampak luar dan citra merek speaker yang lebih baik condong mendapat penilaian yang lebih tinggi.

Berikutnya ada uji speaker dengan menggunakan records (konten audio) yang berbeda pada uji blinded dan sighted. Pada uji blinded terlihat jelas adanya perbedaan penilaian speaker saat diuji menggunakan records yang berbeda, namun saat uji sighted penilaian yang diberikan berakhir dengan nilai yang sama. Dari uji ini terlihat bahwa jika uji dilakukan secara blinded menggunakan records yang berbeda, akan memberikan penilaian yang berbeda terhadap speaker. Di records A speaker mendapat penilaian tinggi, di records lainnya belum tentu mendapatkan penilaian tinggi. Namun begitu kita melakukan uji dengan bisa melihat speakernya, walaupun memutar konten yang berbeda penilaian kita terhadap kualitas speaker menjadi cenderung sama, karena kita sudah tahu bahwa yang diuji adalah speaker yang sama.

Uji berikutnya adalah penempatan speaker baik secara blinded atau sighted. Pada uji blinded terlihat perbedaan penilaian yang signifikan terhadap perubahan penempatan speaker atau posisi dengar, sedangkan pada uji sighted perbedaan penilaian tidak terlalu jauh berbeda. Ini menunjukkan sebenarnya faktor akustik ruangan sangatlah berpengaruh terhadap penilaian speaker, sedangkan jika kita bisa melihat speaker saat pengujian maka keakuratan penilaian speaker sudah cenderung berkurang, karena sudah terpengaruh bahwa kita tahu yang dibandingkan adalah speaker yang sama.

Uji selanjutnya adalah berdasarkan faktor pengalaman mendengar para penguji. Hasil uji ini menunjukkan bahwa semakin seseorang berpengalaman dalam listening akan semakin sulit untuk memberikan penilaian yang tinggi, sebaliknya semakin kurang pengalaman listeningnya kecenderungannya memberikan poin penilaian akan semakin tinggi. Kesan ‘wow’/hype yang didapatkan oleh orang yang belum/sedikit memiliki pengalaman mendengarkan audio berkualitas sangat berpengaruh dalam memberikan penilaian. Sebaliknya semakin berpengalaman seseorang dalam mendengarkan audio yang berkualitas justru akan semakin sulit memberikan penilaian yang tinggi.

Persepsi manusia terhadap audio begitu liar, antara melihat dan tidak melihat yang diuji saja bisa begitu berbeda, apalagi masih banyak hal dan faktor lainnya yang mempengaruhi persepsi audio. Delusi, ilusi, halusinasi, atau kenyataan?

Apa itu k***a fletcher munson? Desain speaker harus pakai k***a ini?Melalui pembahasan ini, kita akan bisa memahami jawa...
03/01/2022

Apa itu k***a fletcher munson? Desain speaker harus pakai k***a ini?

Melalui pembahasan ini, kita akan bisa memahami jawabannya. K***a ini merupakan salah satu k***a Equal Loudness Contours (selanjutnya disingkat ELC) tiap frekuensi di tingkat kekuatan suara tertentu terhadap telinga manusia. Kedua orang ini (Fletcher dan Munson) melakukan eksperimen untuk menentukan ‘kesamaan’ tingkat persepsi kekuatan suara di tiap frekuensi terhadap orang yang pendengarannya normal. Seiring waktu hingga sekarang standar ini mengalami pembaruan, sekarang memakai standar ISO 226.

Jika kita melihat grafik, ada beberapa hal yang bisa kita simpulkan:
1. Kekuatan suara di tiap frekuensi berbeda-beda agar ‘terdengar’ sama oleh telinga manusia. Jika kita lihat di frekuensi rendah dan tinggi cenderung memerlukan kekuatan suara yang lebih besar dibanding frekuensi menengah.
2. K***a ELC tidaklah sama di tiap tingkat kekuatan suara. Yang lebih terlihat beda adalah semakin tinggi tingkat kekuatan suaranya, semakin bergeser ke frekuensi bawah ketidaklinearan terhadap frekuensi menengah.

K***a ini memang berlaku kurang lebih demikian terhadap telinga manusia, tapi yang jadi catatan penting adalah di saat produksi konten audio, produsernya sudah memasukkan kompensasi terhadap k***a ini, agar saat proses monitoring hasil yang didengar sudah ‘konstan’ terdengar seimbang di semua frekuensi menurut yang diinginkan oleh si produser, di sistem yang dipakainya, dengan setting kekuatan suara yang dipakai saat produksi.

Sehingga konten audio yang kita dengarkan sebenarnya sudah ada ‘kompensasi’ terhadap k***a ini dari si produser, kita tidak ingin menambahkan kompensasi lagi terhadap k***a ini secara mentah-mentah sehingga nilai k***a ini menjadi dua kali lipatnya, hasilnya tentu akan sangat kacau. Justru agar deviasi/distorsi/error output yang kita dengarkan menjadi minim, maka sistem kita harus dibuat selinear mungkin. Dalam hal speaker juga demikian, kita tidak ingin membuat speaker yang menyimpang terlalu jauh dari standar linear. Apalagi perkembangan elektronik semakin baik, kontrol dan koreksi yang lebih efektif seringkali bisa ditemukan di DSP (digital signal processing) dan turunannya.

Menilai kualitas speaker dengan rekaman handphone?Biasanya orang akan menilai kualitas speaker dengan memainkan konten m...
20/12/2021

Menilai kualitas speaker dengan rekaman handphone?

Biasanya orang akan menilai kualitas speaker dengan memainkan konten musik. Dasar pertama yang harus kita pahami, konten musik adalah produk dari rekaman, mulai sejak ditangkap oleh microphone, kemudian diolah lagi lebih lanjut, hingga terakhir didengar melalui speaker monitor, kemudian disetujui untuk dijual sebagai produk. Sampai di tahap ini saja, telah banyak sekali parameter dan variabel dari sistem yang dipakai oleh produser, agar bisa bersuara seperti produk jadi yang diinginkan ketika dia mendengarkannya dari speaker monitor di ruang monitoringnya . Idealnya kita juga memerlukan sistem yang sama seperti yang dipakai produser tersebut ketika membuat musik itu, setidaknya relatif tidak menyimpang jauh.

Tersangka utama yang sangat mempengaruhi hasil akhir audio musik adalah speaker dan akustik ruangan saat monitoring. Oleh karena itu untuk bisa mendengarkan hasil yang sama perlu adanya standarisasi dalam speaker dan akustik, barulah bisa sinkron suara yang didengarkan antara produser dan konsumen. Untuk speaker, desain yang baik bisa ‘mengontrol’ frekuensi terutama frekuensi mid hingga hi, untuk midlow kebawah interaksi ruangan juga memegang peranan penting, apalagi untuk frekuensi low peranan akustik ruangan sangat besar porsinya.

Speaker monitor yang frekuensi hi nya dominan, akan bisa terdengar tumpul frekuensi hi nya saat kita dengarkan, karena speaker yang kita pakai untuk mendengarkan respon frekuensinya flat. Begitu p**a sebaliknya akustik ruangan dan penempatan speaker yang dipakai saat produser melakukan monitoring dan konsumen saat mendengarkan, sangat berpengaruh pada frekuensi low.

Dengan kondisi demikian saja sudah sangat susah untuk bisa menyamakan persepsi audio yang didengarkan produser dan konsumen. Perlu adanya standarisasi speaker dan akustik ruangan sehingga persepsi kualitas audio produser dan konsumen bisa relatif sama. Apalagi jika ditambah oleh audisi speaker yang direkam memakai handphone, saat sedang mereproduksi musik. Ini sama saja dengan menambah mata rantai sistem reproduksi, sehingga akhirnya makin menyimpang antara kualitas audio yang sebenarnya sedang diplayback dalam rekaman, dengan rekaman yang kita dengarkan melalui sistem playback lainnya.

Speaker yang didesain secara baik akan terdengar sangat bagus dan nyaman, dalam ruangan yang akustiknya baik. Oleh karena itu mau tak mau kita harus mau tahu terhadap dasar-dasar akustik jika ingin mengoptimalkan sistem audio milik kita. Speaker yang baik, melalui riset dan penelitian yang dilakukan, semakin menuju pada ditemukannya kriteria desain yang bisa menjadi panduan untuk mendesain speaker yang baik dan bersuara bagus. Jika berminat mendalami tentang kriteria dasar speaker yang baik, bisa melihat jurnal yang dibuat oleh Dr. Floyd E. Toole, loudspeaker measurements and their relationship to listener preferences.

Pengukuran dan Kualitas SpeakerUntuk menilai kualitas suara seringkali menjadi perdebatan antar individu. Suara akhir ya...
08/12/2021

Pengukuran dan Kualitas Speaker

Untuk menilai kualitas suara seringkali menjadi perdebatan antar individu. Suara akhir yang didengar adalah persepsi individu, tetapi jika menghilangkan faktor persepsi individu, sebenarnya ada variabel yang bisa dipakai untuk menilai kualitas suara.

Suara yang didengar oleh telinga kita adalah level suara di posisi dengar, dan level suara ini adalah produk dari bermacam variabel (distorsi harmonik, off axis performance, delay, distorsi non harmonik). Jika kita membatasi lagi di bagian speaker, maka akan ada beberapa variabel yang bisa kita abaikan (efek ruangan, sistem yang dipakai), ini akan memudahkan untuk membuat penilaian terhadap kualitas speaker. Tujuan utama dari kualitas audio adalah input=output, sehingga target yang bisa ditetapkan adalah flat response, minim deviasi dan distorsi.

Level suara dan phase adalah satu kesatuan, keduanya adalah produk akhir yang didengar oleh telinga. Namun diantara keduanya, level suara jauh lebih mendominasi terhadap persepsi kualitas suara. Banyak studi dan tes yang dilakukan dengan kesimp**an perbedaan phase relatif tidak audible, contoh link yang merangkum beberapa tulisan tentang ini: http://www.silcom.com/~aludwig/Phase_audibility.htm

Sehingga fokus kita sekarang lebih berada di level suara, yang mana produk utama dari level suara ini didominasi oleh respon frekuensi on axis kemudian off axis. Jika kedua variabel ini bisa kita desain dengan baik, maka kategori speaker yang baik akan bisa kita dapatkan. Desain speaker yang baik tentunya juga memperhatikan distorsi harmonik dan non harmonik, sehingga timbullah spesifikasi yang direkomendasikan agar dalam pengoperasian, speaker tersebut bersuara optimal.

Tahap akhir tentunya ada fine tuning untuk menyempurnakan karakter suara speaker yang diinginkan, tanpa keluar dari koridor standar pengukuran. Dengan tahap-tahap demikian maka speaker yang dibuat akan menghasilkan suara yang lebih utuh dan koheren.

Seri entry reguler entry level Standmount Speaker Verdict AudioAlpha (SM-02)Deskripsi : 2 way, 3/4 inch softdome tweeter...
03/11/2021

Seri entry reguler entry level Standmount Speaker Verdict Audio

Alpha (SM-02)

Deskripsi : 2 way, 3/4 inch softdome tweeter, 5 inch woofer, frequency range : 60-20.0000hz, low F3 : 48Hz, sensitivity : 80db/[email protected]. Nominal impedance 4 ohm

Dimensi : 18cm (lebar) x 32.5cm (tinggi) x 30cm (kedalaman). Berat per speaker 7kg.

Finishing : vinyl sheet

Kandidat menarik untuk floorstand 2 way yang sederhana namun lengkap dan berkualitas. Dengan desain box yang sesuai, mak...
07/10/2021

Kandidat menarik untuk floorstand 2 way yang sederhana namun lengkap dan berkualitas.

Dengan desain box yang sesuai, maka akan bisa mencapai F3 low frequency hingga 25Hz. Tweeter aluminium dome yang rendah distorsi, dilengkapi dengan waveguide untuk menyesuaikan respon polar dari woofer 9.5" yang rendah distorsi juga. Perpaduan yang sempurna untuk mengisi ruang kecil hingga menengah.

Address

Tenggilis Tengah III Blok Q 21A
Surabaya
60292

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Verdict Audio posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Verdict Audio:

Share